Tuesday, June 12, 2012

Peta Makassar dan Obyek Wisata yang Menarik

Jika kita melakukan pengecekan pada buku atlas yang diterbitkan antara tahun
1971 hingga 1999, dipastikan kita tidak akan menemukan yang namanya peta
Makassar. Pada saat itu daerah yang menjadi ibukota dari provinsi Sulawesi
Selatan ini masih menggunakan nama Ujung Pandang. Barulah setelah era
reformasi bergulir menggantikan pemerintahan orde baru, nama Makassar
digunakan. Peta Makassar pun bisa ditemukan di atlas setelah kembalinya
nama Makassar.
Peta Makassar--Kembalinya Nama Makassar
Nama Makassar sebenarnya sudah digunakan sejak zaman presiden
Soekarno. Namun dengan alasan tertentu, nama Makassar diganti menjadi
Ujung Pandang oleh presiden Indonesia yang kedua, Soeharto. Setelah
Soeharto tidak menjabat lagi sebagai presiden pada tahun 1998, masyarakat
Ujung Pandang membuka wacana untuk menggunakan nama Makassar lagi.
Satu tahun kemudian tepatnya tahun 1999, akhirnya nama ini secara resmi
digunakan kembali. Itulah sekilas cerita tentang mengapa kita tidak bisa
menemukan peta Makassar pada buku atlas yang terbit ketika presiden
Soeharto masih berkuasa. Semua itu karena kebijakan pemerintah orba yang
mengganti nama tersebut.
Peta Makassar--Sejarah Singkat
Kota Makassat mulai bekembang pada abad XVI dan menjadi pusat niaga
terbesar di daerah Indonesia bagian Timur. Bahkan saat itu kota ini merupakan
salah satu kota yang paling besar di daerah Asia Tenggara. Perkembangan
yang pesat ini tidak lepas dari peran para raja yang berkuasa.
Mereka menerapkan prinsip perdagangan yang bebas namun ketat. Pada saat
itu semua orang yang datang ke tempat ini punya hak untuk melakukan
kegiatan bisnis sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh
kerajaan. VOC yang berusaha untuk mendapatkan hak monopoli perdagangan
selalu ditolak dengan tegas.
Yang cukup menarik, meski sebagian besar warga menganut agama Islam,
pemeluk agama yang lain tetap diberi hak untuk melakukan kegiatan dagang
mereka. Hal ini menjadikan Makassar makin ramai dikunjungi oleh para
pedagang terutama dari Melayu, Arab, dan Eropa. Kebijakan yang sangat
bijaksana ini dikeluarkan oleh raja yang sedang berkuasa ketika itu yaitu Sultan
Allaudin dari Gowa dan Sultan Awalul Islam dari Tallo.
Namun sayangnya, setelah bangsa Belanda punya pengaruh yang makin kuat
terhadap kehidupan politik di daerah ini, kekuasaan raja dari Gowa dan Tallo
makin terbatas. Bahkan pada tahun 1669, Belanda menyerang dua kerajaan ini
dengan tujuan untuk menguasai dan memonopoli perdangan rempah-rempah di
kepulauan Maluku. Dan sejak saat itu Makassar menjadi daerah kolonial
Belanda sampai Indonesia mendapat kemerdekaan pada tahun 1945.
Peta Makassar--Tempat Wisata
Tidak berbeda jauh dengan wilayah lain di Indonesia, Makassar yang saat ini
telah menjelma menjadi kota modern juga punya obyek wisata yang jumlahnya
tidak sedikit. Saat ini wisatawan yang datang bukan hanya berasal dari dalam
negeri saja, namun juga banyak pelancong dari luar negeri yang tertarik untuk
datang ke tempat ini. Mereka pun ke daerah ini setelah melihat peta Makassar
tentunya.
Kalau Anda melihat peta Makassar, Anda akan menemukan banyak objek
wisata tertulis disana. Adapun tempat wisata yang sering diperbincangkan
orang dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan tersebut antara lain pantai
Losari. Lokasinya berada di bagian Barat kota Makassar.
Salah satu daya tarik utama yang membuat wisatawan suka berkunjung di
obyek wisata ini adalah keindahan panorama alam, terutama saat matahari
mau tenggelam. Meski waktu sudah malam, pantai ini juga tetap ramai oleh
pengunjung. Ketika matahari tenggelam tempat ini menjadi pusat jajanan aneka
makanan yang hampir semuanya menggunakan bahan utama ikan dan
binatang laut yang lain
Bahkan bursa kuliner tersebut pernah tercatat sebagai pusat jajanan makanan
terpanjang di dunia karena warung-warung yang ada membentuk jejeran yang
panjang hingga mencapai satu kilometer lebih. Selain Losari, kota Makassar
masih punya pantai lain yang pemandangannya juga tidak kalah indah dan
menarik, yaitu pantai Akkarena. Tempatnya berada di dekat pantai Tanjung
Bunga dan mulai dikenal masyarakat setelah dilakukan proyek pengembangan
padata tahun 1998.
Coba anda tengok peta Makassar, pasti tidak akan luput dari Tanjung Bunga
ini. Di pantai ini Anda bisa menikmati pemandangan yang indah., Pengunjung
yang gemar dengan olahraga air bisa memuaskan hobinya tersebut. Di sini juga
ada fasilitas untuk bermain jet sky atau banana boat.
Selain itu pengelola tempat wisata ini juga membuat dermaga untuk menikmati
pemandangan pantai ketika matahari akan menenggelamkan dirinya. Dermaga
tersebut punya ukuran yang sangat panjangnya mencapai ukuran hingga 150
meter dan lebarnya sekitar lima meter. Selain untuk menikmati pemandangan,
dermaga ini juga difungsikan sebagai tempat untuk berlabuh bagi kapal wisata
atau kapal dagang ukuran kecil atau sedang.
Selain pantai, Makassar juga punya pulau kecil yang juga dijadikan sebagai
obyek wisata. Salah satunya adalah pulau Kahyangan yang bisa diakses
melalui pelabuhan Soekarno-Hatta. Jaraknya sekitar 0,8 kilometer dan
ditempuh dalam waktu kurang lebih limabelas menit saja dengan perahu boat.
Sebelum dinamakan Kahyangan, pulau ini dulunnya bernama Meraux atau
Marraouw. Fasilitas yang disediakan di tempat ini antara lain adalah pondokan
atau penginapan dan resort, restoran, panggung hiburan sarana olah raga,
tempat untuk memancing dan tempat untuk bermain anak-anak. Selain itu di
pulau ini juga terdapa akuarium dengan ukuran yang sangat besar. Dari
akuarium ini kita bisa melihat dan menikmati keindahan aneka macam ikan
hias yang hidup di sekitar pulau tersebut.
Setelah menikmati wisata pantai dan pulau kecil, perjalanan bisa dilanjutkan
untuk mengunjungi obyek wisata lain yang punya nilai sejarah tinggi yaitu
benteng Ujung Pandang atau Fort Rotterdam. Meski menggunakan nama
Rotterdam yang merupakan nama sebuah kota di Belanda, benteng ini
sebenarnya bukan merupakan peninggalan pemerintahan kolonial.
Raja ke sembilan dari kerajaan Gowa yang namanya I Manrigay Daeng Bonto
Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallona adalah raja pertama yang membangun
benteng ini pada tahun 1545. Selanjutnya oleh raja yang keempat belas yaitu
Sultan Alaudin benteng yang sebelumnya menggunakan bahan dari tanah liat
ini kemudian diganti dari bahan lain yaitu batu padas. Batu tersebut diambil dari
pegunungan Karst yang letaknya ada di Maros.
Benteng ini punya tampilan yang sangat menarik karena punya bentuk seperti
binatang penyu yang sedang merangkak, mau turun ke daerah laut. Desain
yang menggunakan bentuk penyu ini mengandung makna jika kerajaan Gowa
punya kuasa baik didaerah yang berada di laut serta daerah yang ada di
darat. Setelah Belanda mulai berhasil menancapkan kuku kekuasaannya di
kerajaan ini, nama benteng ini dirubah menjadi benteng Fort Rotterdam. Pada
saat itu orang Belanda yang bertempat tinggal di benteng ini yaitu Cornelis
Speelman ingin mengenang tempat kelahirannya yang ada di Belanda.
Seperti yang telah dijelaskan di muka, Makasar saat ini telah berubah menjadi
kota modern. Meski sudah punya tempat wisata alam dan obyek lain yang
bernilai sejarah, kota ini juga punya wahana wisata yang merupakan tempat
hiburan moden paling besar di Indonesia, yaitu Trans Studio.
Di tempat ini kita bisa menemukan aneka jenis hiburan keluarga yang terbagi
menjadi empat kawasan. Masing-masing punya tema khusus yang berbeda
dan punya nilai keunikan sendiri-sendiri. Kawasan yang pertama dinamakan
studio central. Di kawasan ini pengunjung yang datang akan bisa menikmati
berbagai macam gaya arsitektur model Hollywood yang sangat terkenal pada
era tahun 1960an. Di tempat tersebut kita juga bisa melihat patung dan telapak
kaki dari artis-artis yang sangat terkenal sepanjang masa, misalnya Marlyn
Monroe.
Kawasan yang kedua adalah Lost City. Di tempat ini wisatawan bisa
melakukan perjalanan ekspedisi yang sangat hebat. Kita akan memasuki hutan
yang masih lebat dan melakukan berbagai macam petualangan yang seperti di
alam liar yang masih asli. Kemudian untuk kawasan yang nomor tiga, diberi
nama Cartoon City. Yaitu wahana dunia atau segala hal yang berhubungan
dengan kartun.
Di Cartoon city kita bisa saling berhayal dan berimaginasi, seakan-akan sedang
hidup dan berada di dunia dongeng yang penuh fantasi dan cerita-cerita indah.
Selanjutnya yang terakhir nomor empat mendapat sebutan Magic Corner. Yaitu
suatu perjalanan yang dipenuhi dengan aneka sensasi yang menakjuban dan
penuh dengan keajaiban. Dijamin kita akan mendapat pengalaman yang tidak
akan bisa terlupakan sepanjang hidup.
Itulah sekilas cerita tentang Makasar. Anda tertarik kesana? Jangan lupa
siapkan peta Makassar sehingga ketika Anda di sana, Anda akan mudah
mencapai tempat tujuan
sumber

No comments:

Post a Comment