Tuesday, June 12, 2012

Daftar Kapal Selam Indonesia

Daftar terbaru kapal selam Indonesia yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut
Indonesia yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Kapal selam
digunakan untuk menjaga perairan Indonesia. Semua kapal perang yang dimiliki
oleh TNI AL Indonesia diberi singkatan KRI, yakni Kapal Perang Republik
Indonesia. TNI AL memiliki sejumlah 148 kapal perang, dengan di antaranya
terdapat kapal selam dengan berbagai kelas dan jenis.
Kapal Selam Indonesia yang Sedang Beroperasi
Daftar kalam selam Indonesia yang sedang beroperasi adalah kapal selam
kelas cakra yang terdiri atas dua jenis, yaitu sebagai berikut.
KRI Cakra (401)
KRI Cakra (401) merupakan kapal pertama dalam jenis kapal selam Indonesia
kelas Cakra dan kapal ini adalah kapal kedua di mana nama Cakra disandang
olehnya dalam jajaran TNI AL. Kapal pertama adalah KRI Tjakra dengan ejaan
lama merupakan salah satu dari 12 kapal selam buatan Rusia dengan kelas
cakra (atau di Rusia disebut sebagai Kapal Selam Kelas Whiskey) yang discrap di tahun 1970-an.
Pada tahun 1981, kapal cakra dibuat di Howaldtswerke, Kiel, Jerman. KRI
Cakra merupakan kapal selam dengan tipe 209/1300 yang juga banyak
digunakan oleh angkatan laut sedunia, mempunyai motto 'Tabah Sampai Akhir'.
KRI Cakra juga adalah armada pemukul TNI AL.
Selain KRI Cakra, kapal selam lain dalam kelas cakra adalah KRI Nanggala
(402). Kedua kapal selam ini telah dipesan pada tahun 1977 dan pada tahun
1981 dan sama-sama dibuat di Jerman Barat mulai bertugas untuk beroperasi
bersama dengan KRI Nanggala (402). Nama KRI Cakra diambil dari
persenjataan perwayangan.
Penggambaran Sistem KRI Cakra
Tenaga kapal KRI Cakra digerakkan oleh motor listrik Siemens yang disalurkan
langsung tanpa gear pengurang putaran dan motor listrik ini berjenis low-speed,
melalui sebuah shaft ke baling-baling kapal. 5000 shp adalah total daya yang
dikirim oleh kapal ini, tenaga motor-motor listrik kapal selam milik Indonesia ini
diperoleh dari baterai-baterai besar yang total beratnya 25% dari total berat
kapal.
Baterai terbuat dari Varta yakni low power dan Hagen, yakni high power.Ada 4
buah mesin diesel MTU jenis supercharged bertindak sebagai generator yang
mengisi baterai-baterai ini. Senjata kapal selam milik Indonesia ini terdiri dari 14
buah torpedo 21 inci dalam 8 tabung diincar oleh periskop buatan Zeiss
diletakkan di samping snorkel buatan Maschinenbau Gabler.
Berat selam kapal selam Indonesia KRI Cakra adalah 1,395 ton dan memiliki
dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Tenaga sebesar 4,600 shp berasal
dari mesin diesel elektrik, 4 diesel dan 1 shaft dan sanggup menggerakkan
kapal dengan kecepatan 21,5 knot, kemudian diawaki oleh 34 pelaut.Kapal
selam KRI Cakra memiliki sonar jenis CSU-3-2 suite. Perbaikan dan
peningkatan kapal selam KRI Cakra berada di galangan kapal Daewoo, Korea
Selatan.
KRI Nanggala (402)
Kapal Selam KRI Nanggala (402) ini juga milik Indonesia dengan jenis Cakra
Kapal ini adalah kapal yang kedua untuk menyandang nama nanggala dalam
persenjataan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dengan motto "Tabah
sampai Akhir" yang termasuk armada pemukul TNI AL.
Sejarah Pembangunan
Kapal Nanggala (402) dibuat oleh Howaldtswerke, di Kiel, Jerman Barat, pada
tahun 1981. Kapal selam Indonesia bernama Kapal Nanggala ini merupakan
kapal selam tipe 209/1300 yang juga banyak digunakan oleh angkatan laut
sedunia.
KRI Nanggala 402 yang pertama adalah buatan Rusia tahun 1952 dengan kelas
Whiskey Class, di-scrap pada tahun 1970 dan pernah terlibat dalam penugasan
yang diberikan oleh negara dalam rangka perebutan Irian Barat supaya kembali
ke pangkuan NKRI.
Saat itu Komodor Laut Manambai Abdulkadir mengomandani kapal selam
Indonesia KRI Nanggala 402 tersebut juga pada Operasi Mandala (Trikora)
beliau juga ditugasi menjadi Komandan Komando Gugus Kapal Selam.
Manambai Abdulkadir mencapai puncak karir sebagai Deputy Kepala Staf TNI
Angkatan Laut (DEKASAL) dengan pangkat Laksamana Madya TNI di TNI
Angkatan Laut. Pada tahun 1974-1978, beliau ditugaskan menjadi Duta Besar
Berkuasa Penuh Pemerintah Indonesia untuk Tanzania.
Nama KRI Nanggala berasal dari nama pewayangan Nanggala. Tenaga kapal
selam Indonesia KRI Nanggala digerakkan oleh mesin yang sama yang
digunakan oleh KRI Cakra (401), memiliki berat selam 1,395 ton dan dimensi
59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Tenaga sebesar 4,600 shp dihasilkan oleh
mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft dan mampu menggerakkan kapal
dengan kecepatan 21,5 knot.
Pada tahun 2002, KRI Naggala terlibat dalam latihan gabungan dengan TNI ALUS Navy, CARAT-8/02, 27 Mei - 3 Juni 2002. CARAT atau dipanjang menjadi
Coorperation Afloat Readiness and Training adalah bentuk bantuan latihan
militer yang dilakukan Amerika Serikat dengan negara sahabat Asia Tenggara.
Latihan CARAT ini mengambil lokasi di Situbondo, perairan Laut Jawa dan
Selat Bali. Pada 8 April sampai 2 Mei 2004, Kapal Nanggala (402) dalam
latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) XV/04 di Samudra Hindia,
berhasil menenggalamkan KRI Rakata, yaitu sebuah kapal tunda Samudra
dengan torpode SUT, kapal ini buatan tahun 1942.
Kapal Selam Indonesia dalam Tahap Pemesanan
Indonesia akan memesan tiga kapal selam lagi untuk memperkuat armada TNI
Angkatan Laut. Saat ini TNI AL memiliki dua kapal selam saja. Kementerian
Pertahanan telah melakukan pemesanan kapal selam dari Korea Selatan.
Kapal selam buatan Korea Selatan ini diperkirakan pada tahun 2015 akan
masuk jajaran angkatan laut TNI Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno mengatakan bahwa kapal
selam berikutnya setelah kapal selam Indonesia yang dipesan dari Korea
Selatan akan hadir di tahun berikutnya setelah 2015. Untuk kapal selam ketiga
diharapkan Korea Selatan akan bekerja sama dengan Indonesia dan
pembuatannya akan dilaksanakan di Indonesia.
Selain itu, diharapkan dengan adanya kapal selam Indonesia yang sedang
dipesan ini, daya tempur dan daya tangkal TNI Angkatan Laut akan semakin
kuat dan meningkatkan kualitas alat utama sistem senjata utama disingkat
menjadi alutsista.
Selain itu, dalam pengadaan alutsista, akan dikembangkan juga produk dalam
negeri untuk pembuatan kapal perang taktis dengan ukura 40 meter sampai 70
meter yang dilakukan oleh TNI AL. Teknologi dan sistem persenjataannya juga
modern dan TNI AL berencana untuk membuat kapal setingkat fregat.
Monumen Kapal Selam Indonesia
Selain kapal selam yang masih beroperasi dan masih dalam tahap pemesanan,
ternyata Indonesia juga memiliki monumen kapal selam yang disingkat menjadi
"Monkasel", terdapat museum kapal selam Indonesia Embong Kaliasin,
Genteng, Surabaya.
Monumen ini berada di pusat kota. Monumen ini adalah kapal selam KRI
Pasopati 410 buatan Uni Soviet tahun 1952 dan menjadi armada Angkatan Laut
Republik Indonesia. Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam membebaskan
Irian Barat dari kependudukan Belanda pada peristiwa Pertempuran Laut Aru.
Kapal selam ini pun dijadikan monumen dan dibawa ke darat untuk
memperingati keberanian pahlawan Indonesia. Letak monumen ini berada di
Jalan Pemuda tepat di sebelah Plasa Surabaya. Selain dapat melihat
monumen kapal selam KRI Paropati 410, kita juga dapat menyaksikan
pemutaran film tentang proses peperangan yang terjadi di Laut Aru.
Jika mengunjungi tempat bersejarah ini, kita juga akan bersama pemandu lokal.
Ada cerita unik dalam pembuatan monumen kapal selam ini, mantan KKM KRI
Pasopati 410 Pak Drajat Budiyanto bermimpi kapal ini dibawa melayari Kali
Mas dan ternyata menjadi kenyataan.
Beliau pun ditugaskan memajang kapal selam Indonesia dengan nama KRI
Pasopati tersebut di samping Plaza Surabaya dengan cara memotong
beberapa bagian kapal selam, mengangkut ke darat, dan merangkai kembali
menjadi kapal selam utuh. Inilah beberapa kisah dari keberadaan kapal selam
Indonesia yang harus kita ketahui bersama. Semoga bermanfaat.
sumber

No comments:

Post a Comment