Tuesday, June 12, 2012

Kepopuleran Membaca Garis Tangan

Dunia ramal-meramal maupun membaca garis tangan tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan. Meskipun dengan teknologi yang semakin canggih yang
memungkinkan orang beralih dari cara yang tradisional ke cara modern, namun
tidak dapat menghilangkan kepercayaan terhadap ramalan. Ramalan sendiri
ada berbagai macam jenis yang berkembang di daerah-daerah tertentu selain
dengan cara membaca garis tangan.
Ramalan yang berasal sejak tahun 1800-an dinamakan Famimancy. Kata
Famimancy sendiri berasal dari kata “faba” yang berarti kacang. Ramalan yang
berasal dari Rusia ini meramal dengan cara melembarkan kacang polong, untuk
kemudian meneliti pola kacang polong tersebut ketika jatuh.
Ramalan yang berasal dari Italia adalah tarot. Jika ramalan Famimancy tidak
diketahui oleh banyak orang, berbeda dengan ramalan tarot. Di Indonesia, kartu
tarot sudah banyak digunakan, bahkan ada yang menjual kartu tarot, lengkap
dengan cara pembacaannya.
Tarot pertama kali muncul di Italia pada pertengahan abad ke-15. Kartu tarot
sendiri, dulunya dikenal dengan nama carted trionfi, yang berarti kartu
kemenangan. Setelah mengetahui ramalan yang berasal dari Rusia dan Italia,
kini beralih ke metode ramal yang berasal dari Yunani, yakni Pyromancy.
Metode ramal yang berasal dari Yunani ini, menggunakan api yang dibaca
bukan hanya dari bentu api, melainkan dari pola asap ataupun benda yang
dibakar. Beranjak ke Cina dengan metode ramalnya yang dinamakan I Ching.
Di China metode ramal lebih menggunakan buku bergambar garis-garis yang
membentuk heksagram.
Heksagram tersebut bukan tanpa makna, namun melambangkan sesuatu di
dalam hidup. Jika tarot yang berasal dari Italia adalah kartu yang setiap orang
boleh menggunakannya dan memilikinya, berbeda dengan cara meramal yang
berasal dari Mesir.
Cartomancy adalah metode ramal yang beasal dari Mesir. Penggunaan
cartomancy ini pada abad ke-14. Meskipun wujud cartomancy hampir sama
dengan tarot, yakni berwujud kartu, namun menggunaannya lebih rumit.
Cartomancy hanya boleh dikeluarkan ketika akan digunakan untuk meramal,
selebihnya harus disimpan di tempat yang khusus dan hanya boleh disentuh
oleh pemiliknya.
Ketenaran Membaca Garis Tangan dan Teknik yang Lain
Dari metode-metode ramalan di atas, dapat diketahui bahwa meramal memang
sudah ada sejak dulu, yang terdapat di beberapa negara di belahan benua.
Selain di belahan benua lain, sebenarnya di Indonesia sendiri juga terdapat
bermacam-macam metode ramal.
Metode ramal tersebut tidak mengglobal seluruh Indonesia. Metode ramal
tersebut merupakan metode yang ada di daerah atau suku-suku tertentu di
Indonesia. Misalnya saja, di Jawa terkenal dengan metode membaca Weton
untuk membaca garis hidup seseorang.
Dengan metode ini, dipercaya kehidupan masa depan, karier, sifat,
peruntungan, dan jodoh dapat dibaca melalui weton seseorang. Weton tersebut
meliputi pon, wage, kliwon, dan pahing. Selain itu, ada metode lain yang
dikenal oleh banyak orang, yakni dengan cara membaca garis tangan.
Metode ini sangat berbeda dengan metode-metode lain. Jika metode lain
seperti Famimancy, Pyromancy, tarot, dan metode weton adalah metode yang
digunakan tanpa bersentuhan langsung dengan orang yang diramal.
Famimancy menggunakan kacang, tarot dan cartomancy menggunakan kartu,
sedangkan weton menggunakan hari lahir.
Metode membaca garis tangan sendiri menggunakn tangan orang yang diramal.
Jika metode weton, tanpa kehadiran orang yang diramal pun tetap dapat bisa
diramal. Jika dengan teknik membaca garis tangan, orang yang hendak diramal
harus ada di tempat.
Membaca garis tangan sendiri adalah ilmu yang sudah ada sejak 3000 tahun
yang lalu. Ilmu ini sendiri berasal dar India dan Cina dengan nama yang
berbeda. Di India metode ini dikenal dengan istilah Hast Samudrika atau Lautan
Pengetahuan.
Lautan pengetahuan ini berarti garis yang bisa membaca informasi seperti
jodoh, sifat, watak, keuangan, dan asmara. Ada yang berbeda dengan cara
membaca garis tangan dan meramal dengan cara-cara lain di atas.
Perbedaannya terletak pada ilmu yang mendasarinya.
Garis tangan diyakini merupakan kondisi dari beberapa pusat otak. Dengan
begitu, dalam garis tangan pun tampak cerminan dari alam pikiran seseorang.
Oleh karena itu, membaca garis tangan adalah metode membaca seseorang
dengan hasil yang berbeda-beda. Semua itu tergantung pikiran dan pola hidup
seseorang tersebut.
Teknik Membaca Garis Tangan
Ada beberapa garis yang terdapat dalam garis tangan yang bisa diketahui
dengan cara membacanya. Garis-garis tersebut adalah garis hidup, garis hati,
garis takdir, garis kepala, garis mars, garis cinta dan pernikahan, garis
matahari dan garis venus.
Garis venus yang berupa lengkungan kecil setengah lingkaran yang terdapat di
bawah jari tengah dan jari manis. Garis ini dapat membaca garis hubungan
seseorang pada saat pernikahannya ataupun kehidupan dengan pasangannya.
Dengan memperhatikan garis ini akan diketahui apakah garis tersebut terdiri
atas beberapa garis, ataukah hanya satu garis. Jika garis ini terdiri atas
beberapa garis, berarti memiliki lebih dari satu hubungan. Jika diperhatian dan
diperoleh garisnya lurus, maka pernikahan atau hubungannya dengan pasangan
akan bahagia. Bila putus, maka ada perceraian atau sebuah kehilangan akan
terjadi.
Selanjutnya adalah garis matahari. Jika semua orang bisa mempunyai garis
venus di tangannya, berbeda dengan garis matahari. Tidak semua orang
memiliki garis matahari. Garis matahari terletak di bawah jari kelingking, yang
merupakan garis yang berbentuk vertikal.
Orang yang ketika dibaca garis tangannya ternyata mempunyai garis ini,
biasanya ia beruntung dalam hidupnya, sukses, terkenal serta dihormati. Garis
cinta dan pernikahan adalah dua buah garis yang terletak tepat di bawah garis
kelingking.
Garis ini membentuk garis horizontal, dan panjangnya hanya beberapa cm
saja. Garis ini menunjukkan jumlah hubungan seseorang. Semakin dekat garis
pada jari kelingking, berarti orang tersebut juga akan segera menemukan
pasangan hidupnya.
Garis kepala adalah garis yang bisa didapatkan ketika membaca garis tangan.
Garis ini adalah garis tangan yang terletak di antara ibu jari dan jari telunjuk.
Garis ini merupakan garis panjang dan miring dari bawah ibu jari dan jari
kelingking, sampai ke bawah membelah tangan.
Garis ini berkaitan dengan kemampuan mental, kecerdasan, konsentrasi,
bakat, dan juga ide-ide. Semua orang mempunyai garis ini, dan tentunya setiap
orang mempunyai garis yang berbeda-beda. Jika garis ini terlihat mendalam
dan jelas, berarti kecerdasannya cukup tinggi.
Garis yang cenderung lebih ke atas dan tidak melenceng ke bawah,
mengindikasikan adanya kreatifitas dan imajinasi. Sebaliknya, jika garis yang
terlihat ketika membaca garis tangan adalah garis ringan, tipis, ringan, dan
pendek, berarti orang tersebut mempunyai daya intelektual rendah.
Semakin tebal garis, maka semakin baik ingatannya, sehingga orang tersebut
mempunyai kelebihan di dalam mengingat atau menghafal sesuatu. Garis yang
selanjutnya adalah garis yang juga bisa dilihat ketika membaca garis tangan,
yakni garis hati.
Garis ini lebih popoler daripada garis-garis yang lain, karena permasalahan
menyangkut hati adalah bermasalahan yang aka selalu menarik. Garis ini
terletak pada garis panjang dan tegas di bawah jari telunjuk. Garis ini juga
merupakan garis yang paling luar dari ketika garis panjang dan tegas yang lain.
Jika diperhatian dan diperoleh garis yang tebal ketika membaca, ini
menandakan bahwa orang tersebut beruntung dalam percintaan. Ia juga
mempunyai hubungan cinta yang indah. Garis panjang ini menandakan
hubungan tanpa gangguan, dan pasangannya bisa setia.
Semakin panjang garis tangan yang ini, maka semakin sering orang itu terbawa
oleh emosi. Sebaliknya, jika garis ini putus-putus atau tipis lalu menebal dan
menipis lagi, atau merupakan garis yang tidak beraturan, menandakan orang
tersebut banyak mengalami kisah percintaan, dan kerap gagal ketika
menjalaninya.
Membaca garis tangan lebih terasa menarik, karena semua orang dapat
melakukannya. Semua orang dapat belajar menggunakan metode ini. Selain
itu, yang pasti metode ini tidak memerlukan biaya, selain kemampuan
membaca garis.
sumber

No comments:

Post a Comment